Pemadaman listrik melanda sejumlah wilayah di seputaran Ungasan, Kuta Selatan, Bali, pada Sabtu malam, 18 Januari 2026.
Gangguan ini terjadi sejak malam hari dan berlangsung cukup lama hingga memasuki dini hari. Salah satu kawasan yang terdampak secara langsung adalah Perumahan Kori Nuansa, Ungasan.|
Padamnya aliran listrik membuat kawasan perumahan yang biasanya terang berubah gelap.
Aktivitas warga pun ikut terganggu, mulai dari keterbatasan penerangan, penggunaan peralatan elektronik, hingga akses informasi.
Hingga dini hari, listrik belum juga menyala dan tidak ditemukan pemberitahuan resmi yang tersebar luas mengenai penyebab gangguan maupun perkiraan waktu pemulihan.
Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan warga. Minimnya informasi membuat sebagian masyarakat hanya bisa menunggu sambil berharap listrik segera kembali normal.
Terlebih, pemadaman terjadi pada malam akhir pekan ketika sebagian keluarga masih beraktivitas di rumah.
Baca juga:
🔗 Antrean Panjang Warnai SPBU di Kuta Selatan, Sejumlah Lokasi Kehabisan Stok BBM
Di tengah keterbatasan itu, Ayu bersama keluarganya memilih menyikapi situasi dengan cara yang sederhana dan penuh makna.
Alih-alih mengeluh, ia mengajak anak-anaknya untuk menikmati suasana malam dengan bermain menggunakan cahaya lilin.
Cahaya temaram lilin yang menerangi ruangan menciptakan suasana hangat dan berbeda dari biasanya.
Ayu juga memanfaatkan momen tersebut sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Ia menjelaskan bahwa listrik sedang mengalami gangguan sehingga malam itu rumah mereka tidak mendapat pasokan listrik.
Dengan bahasa sederhana, Ayu mengajak anak-anak memahami bahwa kondisi seperti ini bisa terjadi dan merupakan bagian dari kehidupan yang perlu diterima dengan tenang.
Pendekatan tersebut membuat anak-anak tidak merasa takut atau kecewa. Mereka justru terlihat menikmati suasana baru, bermain, dan berbincang bersama keluarga di bawah cahaya lilin.
Bagi Ayu, momen ini menjadi kesempatan untuk mengajarkan nilai kesabaran, penerimaan, serta cara menyikapi keadaan di luar kendali dengan sikap positif.
Baca juga:
🔗 Antara Terang dan Gelap: Cahaya Tanpa Gelap Tak Pernah Bercerita
Dini hari sekitar pukul 01.30 WITA, aliran listrik di Perumahan Kori Nuansa serta beberapa wilayah di Ungasan akhirnya kembali normal.
Namun, tidak adanya informasi resmi terkait gangguan maupun pemadaman listrik yang terjadi sejak malam hari sebelumnya menjadi perhatian tersendiri bagi warga.
Banyak masyarakat berharap ke depan terdapat komunikasi yang lebih jelas, sehingga warga dapat bersiap dan menyesuaikan aktivitas mereka.
Peristiwa pemadaman listrik ini menjadi pengingat bahwa di balik ketergantungan manusia pada teknologi dan energi listrik, masih tersisa ruang-ruang sederhana yang kerap terlupakan.
Dalam gelapnya malam Ungasan, cahaya lilin dan kebersamaan keluarga justru menghadirkan kehangatan yang tak tergantikan, sebuah momen hening yang mengajarkan makna menerima keadaan dan mensyukuri kebersamaan.