BALI – Suasana haru sekaligus penuh kehangatan menyelimuti Mako Brimob Polda Bali pada Jumat, 31 Juli 2026.
Hari itu menjadi penanda berakhirnya masa tugas Kombes Pol. Rachmat Hendrawan, S.I.K., M.H., sebagai Komandan Satuan Brimob Polda Bali.
Tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya diserahkan kepada Kombes Pol. Febrianto Siagian, S.H., S.I.K., M.Si., dalam sebuah prosesi pisah sambut yang berlangsung khidmat.
Bagi sebagian orang, pergantian jabatan hanyalah bagian dari rutinitas organisasi. Namun, di balik prosesi tersebut tersimpan kisah yang lebih bermakna.
Kedua perwira ini bukanlah sosok yang baru saling mengenal. Beberapa tahun sebelumnya, mereka pernah berada dalam satu lingkungan kedinasan di Polda Sulawesi Barat.
Kala itu, Kombes Pol. Rachmat Hendrawan dipercaya mengemban jabatan sebagai Karoops Polda Sulawesi Barat, sementara Kombes Pol.
Febrianto Siagian menjabat sebagai Kapolres Majene. Hubungan profesional yang terjalin saat itu berkembang menjadi hubungan persaudaraan yang tetap terjaga hingga kini.
Pertemuan mereka kembali di Bali seolah menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang seorang anggota Polri sering kali menghadirkan kembali orang-orang yang pernah berjalan bersama dalam pengabdian.
Baca juga:
🔗 Kombes Pol. Rachmat Hendrawan: Menjaga Marwah Bhayangkara dalam Setiap Langkah
Di balik hubungan baik tersebut terdapat kesamaan latar belakang yang membentuk karakter keduanya.
Baik Kombes Pol. Rachmat Hendrawan maupun Kombes Pol. Febrianto Siagian sama-sama ditempa oleh Korps Brimob, satuan yang dikenal dengan disiplin tinggi, loyalitas, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas.
Dalam berbagai kesempatan ketika masih bertugas di Sulawesi Barat, Kombes Pol. Rachmat Hendrawan dikenal sebagai sosok yang mampu membangun komunikasi hangat dengan para kapolres di wilayahnya.
Candaan dan kebersamaan yang terjalin di sela-sela kesibukan kedinasan menjadi bagian dari hubungan profesional yang sehat.
Nilai-nilai kebersamaan itulah yang membuat hubungan mereka tetap terpelihara meskipun kemudian menjalani penugasan di daerah yang berbeda.
Ketika takdir mempertemukan kembali keduanya di Mako Brimob Polda Bali, yang hadir bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan juga pertemuan dua rekan lama yang dipersatukan oleh semangat pengabdian kepada institusi.
Baca juga:
🔗 Pernikahan, Pengabdian, dan Keteguhan Cinta: 28 Tahun Perjalanan Rumah Tangga Kombes Pol. Rachmat Hendrawan, S.I.K., M.M. dan Ny. Linda Rachmat
Dalam tubuh Polri, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus proses pembinaan karier.
Pergantian kepemimpinan menjadi langkah penting untuk menghadirkan penyegaran, regenerasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, setiap perpindahan selalu meninggalkan cerita. Ada pengalaman yang dibawa, ada persahabatan yang tetap terjaga, dan ada nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan kepada penerus.
Pertemuan kembali antara Kombes Pol. Rachmat Hendrawan dan Kombes Pol. Febrianto Siagian menjadi bukti bahwa perjalanan karier di institusi kepolisian tidak hanya membentuk profesionalisme, tetapi juga membangun persaudaraan yang melampaui batas ruang dan waktu.
Hubungan baik yang terjalin selama bertahun-tahun menjadi modal penting dalam menjaga soliditas organisasi.
Pada akhirnya, jabatan boleh berganti, tetapi rasa hormat, persahabatan, dan semangat pengabdian tetap menjadi benang merah yang menyatukan setiap insan Bhayangkara.
Baca juga:
🔗 Sertijab Wakapolda Bali Digelar di Gedung Presisi Polda Bali
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, sebuah momen sederhana namun penuh makna menjadi penutup perjalanan Kombes Pol. Rachmat Hendrawan di Bali.
Ia melakukan sujud syukur di lingkungan Mako Brimob Polda Bali sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas amanah yang telah dijalankan.
Selama kurang lebih dua tahun, atau tepatnya dua tahun kurang dua minggu, ia memimpin Satuan Brimob Polda Bali melalui berbagai dinamika tugas.
Masa pengabdian tersebut menghadirkan banyak pengalaman, tantangan, sekaligus kebersamaan bersama seluruh personel Brimob Polda Bali.
Sujud syukur itu bukan sekadar simbol berakhirnya sebuah jabatan. Lebih dari itu, ia menjadi ungkapan terima kasih atas perjalanan yang telah dilalui, atas setiap keberhasilan, tantangan, serta pelajaran berharga yang diperoleh selama bertugas di Pulau Dewata.
Kini, lembaran baru kepemimpinan dimulai di bawah Komando Kombes Pol. Febrianto Siagian.
Sementara bagi Kombes Pol. Rachmat Hendrawan, Bali akan selalu menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan kariernya, tempat yang meninggalkan jejak kenangan, persaudaraan, dan pengabdian yang akan terus dikenang, sebelum melanjutkan tugas baru di Mabes Polri.