Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan menjadi perhatian serius. Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran di Kalimantan Barat terus mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Pemerintah juga telah memperkuat operasi terpadu penanganan karhutla di Kalimantan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Berdasarkan informasi pemantauan satelit yang beredar, wilayah tersebut menunjukkan area terdampak kebakaran yang cukup luas.
Data pemantauan satelit perlu tetap dibaca sebagai indikasi awal dan diverifikasi dengan kondisi di lapangan untuk memastikan luasan serta lokasi kebakaran.
Baca juga:
🔗 Brimob untuk Nusa dan Bangsa: Delapan Dekade Pengabdian Tanpa Pamrih
Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla, Polda Bali memberangkatkan 110 personel Satuan Brimob Polda Bali untuk melaksanakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Polda Kalimantan Barat.
Pelepasan personel dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WITA, bertempat di Lapangan Base Ops TNI AU I Gusti Ngurah Rai.
Apel keberangkatan dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si.
Sebanyak 110 personel Satbrimob Polda Bali tersebut diberangkatkan untuk memperkuat jajaran Polda Kalimantan Barat dalam menghadapi situasi karhutla yang membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Pemberangkatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat personel di lapangan ketika kondisi kebakaran membutuhkan dukungan tambahan.
Dalam pelaksanaan tugas BKO tersebut, personel Satbrimob Polda Bali dipimpin oleh Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Bali, Kompol I Nyoman Supartha Wiryadarma, S.H.
Kompol I Nyoman Supartha Wiryadarma sebelumnya bertugas di Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali.
Kini dipercaya sebagai Komandan Batalyon A Pelopor, ia bersama jajaran turut mempersiapkan personel, perlengkapan, serta kesiapan keberangkatan pasukan menuju Kalimantan Barat.
Kesiapan personel menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di tengah kondisi karhutla yang dapat berubah dengan cepat.
Selain kemampuan personel, dukungan peralatan dan koordinasi dengan satuan di daerah juga diperlukan agar upaya pemadaman, pelokalisiran, serta pendinginan dapat berjalan secara efektif.
Baca juga:
🔗 Belajar Memimpin dengan Cara Baru: Adaptasi KOMPOL I Nyoman Supartha Wiryadarma, S.H. sebagai Komandan Batalyon A Polda Bali
Kehadiran 110 personel Brimob Polda Bali diharapkan dapat membantu memperkuat kekuatan Polda Kalimantan Barat dalam menghadapi karhutla.
Sebelumnya, Polda Kalbar juga telah melakukan pengecekan kesiapan personel, kendaraan, peralatan pemadaman, serta sarana pendukung sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.
Personel yang diberangkatkan nantinya akan bergabung dengan jajaran Polda Kalimantan Barat untuk mendukung penanganan di lapangan.
Tugas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemadaman, tetapi juga dapat mencakup pencegahan meluasnya titik api, patroli, pembasahan dan pendinginan area terdampak, serta membantu menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi rawan kebakaran.
Pemberangkatan personel Brimob Polda Bali ini menunjukkan pentingnya sinergi antarkepolisian daerah dalam menghadapi bencana karhutla.
Dengan tambahan kekuatan personel dan dukungan peralatan, penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.
Di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan, dukungan lintas daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi bencana.
Sebanyak 110 personel Satbrimob Polda Bali kini membawa misi kemanusiaan dan tugas negara menuju Kalimantan Barat, membantu saudara-saudara mereka di garis depan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.