Sampah Berbau di Gang Patuha Monang-Maning Kembali Dibersihkan, Masalah Klasik yang Terus Berulang

Petugas kebersihan membersihkan tumpukan sampah di Jalan Gunung Patuha Monang-Maning.
Petugas kebersihan membersihkan tumpukan sampah di lorong Jalan Gunung Patuha, Monang-Maning, pada Minggu, 21 Desember 2025. (Foto: Moonstar)

Sampah berbau menyengat kembali ditemukan di sudut Gang Gunung Patuha, Monang-Maning, Denpasar.

Meski pada Minggu, 21 Desember 2025, telah dilakukan pembersihan, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara.

Permasalahan sampah di gang perumahan ini telah berlangsung sejak lama dan hingga kini belum ditemukan solusi yang mampu memutus kebiasaan pembuangan sampah sembarangan.

Lokasi gang yang relatif sepi pada jam-jam tertentu kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah rumah tangga.

Akibatnya, sampah kembali menumpuk, menimbulkan bau tak sedap, serta mengganggu kenyamanan dan kualitas lingkungan warga sekitar.

Baca juga:
🔗 Denpasar yang Selalu Bergerak: Potret Kehidupan di Gang Sempit Monang-Maning

Upaya Penertiban Sudah Dilakukan, Namun Belum Menyentuh Akar Masalah

Kelihan Adat Banjar Sanga Agung, I Made Sumerta, menegaskan bahwa pihak banjar tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini.

Berbagai langkah penertiban telah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan kenyamanan warga.

Mulai dari penerapan sanksi denda bagi pelanggar, menangkap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, hingga menutup akses jalan sebagai upaya terakhir.

Menurut Sumerta, penutupan jalan sempat memberikan dampak positif. Sampah tidak lagi terlihat dan suasana gang menjadi lebih tenang.

Warga pun mengakui adanya perubahan saat akses jalan ditutup. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Setelah jalan kembali dibuka, tumpukan sampah kembali muncul di titik yang sama.

Bersih hari ini, nanti akan kembali lagi. Polanya selalu berulang,” ujar Sumerta. Ia menilai bahwa langkah penindakan semata belum cukup tanpa perubahan kesadaran bersama dan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah.

Bau Sampah Mengganggu Aktivitas dan Kenyamanan Warga

Dampak langsung dari permasalahan ini dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ibu Putu, salah seorang warga Jalan Patuha, mengungkapkan bahwa bau menyengat dari sampah sering kali tercium hingga ke area rumahnya.

Kondisi tersebut sangat mengganggu, terutama pada pagi dan sore hari saat warga beraktivitas di rumah.

Selain menurunkan kenyamanan, tumpukan sampah juga memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan, seperti munculnya lalat, tikus, dan potensi penyakit.

Warga merasa lelah menghadapi masalah yang sama dari waktu ke waktu tanpa adanya kepastian solusi.

Baca juga:
🔗 Surga yang Terlihat dari Kejauhan

Ibu Putu berharap ada langkah nyata dan berkelanjutan dari pihak terkait agar persoalan ini tidak terus menjadi beban bagi warga sekitar.

Kami hanya ingin lingkungan yang bersih dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.

Perlunya Solusi Bersama dan Pendekatan Jangka Panjang

Permasalahan sampah di Gang Patuha Monang-Maning dinilai sebagai persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Tidak hanya warga dan pengurus banjar, tetapi juga pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak pengelola sampah.

Diperlukan pendekatan jangka panjang yang mencakup penyediaan fasilitas pembuangan sampah yang memadai, pengaturan jam dan sistem pengangkutan yang jelas, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Tanpa adanya kesadaran kolektif dan sistem yang tertata, pembersihan yang dilakukan hari ini dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara.

Sampah akan kembali muncul, bau akan kembali tercium, dan Gang Patuha akan terus terjebak dalam siklus masalah yang sama.

Baca juga:
🔗 TPA Suwung Bali Ditutup Total 23 Desember 2025, Ini Alasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *