Salah satu tujuan utama orang berwisata bukan hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengeksplorasi cita rasa khas dari setiap daerah.
Kuliner sering kali menjadi pintu masuk paling jujur untuk memahami budaya, kebiasaan, bahkan ritme kehidupan masyarakat setempat.
Di Kota Ternate, ada satu tempat yang telah lama menjadi magnet bagi para penikmat sarapan: Rumah Makan Al-Hikmah.
Pada Minggu pagi, 26 April 2026, suasana kota terasa begitu hangat dan hidup. Matahari perlahan naik, menyinari jalanan yang mulai ramai oleh aktivitas warga.
Di tengah keriuhan tersebut, tampak Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, sedang menikmati momen santainya.
Setelah berjalan pagi mengelilingi kota, ia bersama sahabatnya singgah untuk sarapan di tempat yang sudah dikenal luas ini.
Pilihannya jatuh pada lontong dengan kuah kaya rempah dan daging ayam yang empuk, hidangan sederhana yang justru menyimpan kedalaman rasa.
Dipadukan dengan segelas jus sirsak segar, sarapan itu terasa lengkap: hangat, ringan, sekaligus menyegarkan. Dalam momen seperti inilah, kesederhanaan justru menghadirkan kenikmatan yang paling jujur.
Lebih dari sekadar tempat makan, RM Al-Hikmah memiliki daya tarik yang tidak bisa diukur hanya dari menu yang disajikan.
Dengan konsep terbuka tanpa sekat, warung ini menghadirkan suasana yang cair dan egaliter. Tidak ada jarak yang kaku, siapa saja bisa datang, duduk berdampingan, dan menjadi bagian dari denyut kehidupan yang sama.
Di satu sudut, terlihat para pekerja memulai hari dengan secangkir kopi dan obrolan ringan. Di sisi lain, pedagang berbincang tentang harga pasar, sementara beberapa pelanggan lain membahas isu sosial hingga rencana kerja.
Kehadiran figur seperti Kapolda di ruang yang sama tanpa sekat semakin menegaskan bahwa tempat ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang kebersamaan.
Keunikan inilah yang membuat RM Al-Hikmah terasa hidup. Ia menjadi ruang publik yang tumbuh secara alami, tempat di mana interaksi sosial tidak dibuat-buat, melainkan mengalir begitu saja. Dari percakapan sederhana, sering lahir ide, tawa, bahkan perspektif baru tentang kehidupan.
Baca juga:
🔗 Aroma Kedamaian: Perjalanan Pecinta Kopi yang Kini Menjaga Maluku Utara
Sejak berdiri pada era 1980-an, RM Al-Hikmah telah menjelma menjadi salah satu ikon kuliner di Ternate.
Di tengah banyaknya perubahan zaman, satu hal yang tetap dijaga adalah konsistensi rasa. Di dapur sederhana itu, resep-resep lama tetap dipertahankan, diwariskan dari generasi ke generasi tanpa kehilangan identitasnya.
Menu andalan seperti nasi kuning dengan rendang daging menghadirkan perpaduan rasa gurih yang kuat dengan rempah yang kaya.
Nasi kuningnya dikenal wangi dan pulen, sementara rendangnya dimasak perlahan hingga empuk, membuat bumbu meresap hingga ke serat daging.
Sementara itu, lontong dengan kuah khas menjadi favorit banyak orang untuk sarapan. Kuahnya yang hangat dan kaya rempah terasa seperti pelukan di pagi hari, menghangatkan tubuh sekaligus membangkitkan semangat.
Yang menarik, setiap suapan seakan membawa cerita. Bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang ketekunan, kesabaran, dan penghormatan terhadap tradisi.
Di sinilah kuliner menjadi lebih dari sekadar makanan, ia menjadi bagian dari warisan budaya yang hidup.
Baca juga:
🔗 Maluku Utara: Dari Jejak Rempah hingga Harmoni Kehidupan di Timur Nusantara
Pagi hari di RM Al-Hikmah memiliki ritmenya sendiri. Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, pengunjung sudah mulai berdatangan.
Ada yang datang sendiri, ada pula yang bersama keluarga atau rekan kerja. Suara sendok beradu dengan piring, aroma rempah yang menguar dari dapur, serta percakapan yang saling bersahutan menciptakan harmoni yang khas.
Bagi sebagian orang, sarapan di sini adalah rutinitas. Namun bagi wisatawan, pengalaman ini terasa seperti menemukan potongan kecil dari kehidupan lokal yang autentik.
Tidak ada yang dibuat-buat, semuanya berjalan apa adanya, justru di situlah letak keistimewaannya.
Dengan kisaran harga sekitar Rp25.000 hingga Rp50.000, RM Al-Hikmah menawarkan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat tetapi juga terjangkau.
Status halal yang dimiliki memberikan rasa nyaman bagi siapa pun yang datang, tanpa perlu ragu.
Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat tempat ini mudah diakses. Baik warga lokal yang sudah menjadikannya langganan, maupun wisatawan yang baru pertama kali datang ke Ternate, semua bisa merasakan pengalaman yang sama: hangat, sederhana, dan berkesan.
Namun pada akhirnya, singgah di RM Al-Hikmah bukan sekadar soal mengisi perut. Ini adalah tentang merasakan denyut kehidupan kota, menyaksikan bagaimana keberagaman bertemu dalam satu meja, dan memahami bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk yang paling sederhana.
Dan mungkin, ketika langkah kembali meninggalkan tempat ini, yang terbawa bukan hanya rasa kenyang, melainkan juga kenangan.
Tentang pagi yang hangat, tentang percakapan yang mengalir, dan tentang sebuah kota yang menyambut siapa saja dengan cara yang begitu manusiawi.