Personel Satbrimob Polda Bali BKO Polda Kalbar bergerak cepat membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kayong Utara

Personel Satbrimob Polda Bali melakukan penanganan kebakaran di sejumlah lokasi.
Kehadiran personel Satbrimob Polda Bali di sejumlah lokasi menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan, mengendalikan titik api, serta meminimalkan potensi kebakaran meluas. (Foto: Dokumentasi)

KALIMANTAN BARAT — Personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Bali yang tergabung dalam Satgas BKO Polda Kalimantan Barat Operasi Aman Nusa II terus bergerak membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari respons kepolisian dalam menghadapi kondisi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Personel Brimob diterjunkan untuk membantu jajaran kewilayahan dalam melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

Baca juga:
🔗 Polda Bali Berangkatkan 110 Personel Brimob BKO ke Kalimantan Barat untuk Bantu Penanganan Karhutla

Lima Personel Brimob Bali Diterjunkan ke Lokasi Kebakaran

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 16.48 WIB, sebanyak lima personel Satbrimob Polda Bali yang melaksanakan BKO di wilayah hukum Polres Kayong Utara, khususnya Polsek Simpang Hilir, melaksanakan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Sungai Mata-Mata.

Personel bergerak bersama jajaran Polsek Simpang Hilir menuju lokasi untuk melakukan penanganan terhadap lahan yang terbakar.

Kehadiran personel BKO di lapangan diharapkan dapat memperkuat kemampuan penanganan kebakaran, terutama ketika kondisi membutuhkan personel tambahan.

Pemadaman dilakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan dan perkembangan api. Personel berupaya mengendalikan titik-titik api agar tidak menjalar semakin luas.

Dipimpin Kapolsek Simpang Hilir

Pelaksanaan pemadaman di lokasi dipimpin oleh Kapolsek Simpang Hilir, Ipda Abu Mansur, S.H. Personel kepolisian dari wilayah setempat bersama anggota Satbrimob Polda Bali bekerja secara bersama-sama dalam menangani kebakaran.

Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam operasi penanganan karhutla. Personel yang berada di lapangan tidak hanya dituntut bergerak cepat, tetapi juga harus memperhatikan kondisi medan, arah penyebaran api, asap, serta faktor keselamatan selama proses pemadaman.

Kehadiran personel BKO juga menjadi bentuk dukungan terhadap satuan kewilayahan yang berada di garis depan dalam menghadapi bencana kebakaran.

Baca juga:
🔗 Sinergi dalam Senyap: Dedikasi Tanpa Batas Polda Bali Menjaga Gerbang Pulau Dewata

Bagian dari Operasi Aman Nusa II

Kegiatan pemadaman tersebut merupakan bagian dari Satgas BKO Polda Kalimantan Barat dalam Operasi Aman Nusa II.

Personel Satbrimob Polda Bali berada di bawah pimpinan Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Bali, Kompol I Nyoman Supartha Wiryadarma, S.H.

Sebanyak 110 personel dikerahkan dan disebar ke sejumlah wilayah di Kalimantan Barat untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Penugasan lintas wilayah ini menunjukkan kesiapsiagaan Brimob dalam memberikan dukungan ketika terjadi situasi yang membutuhkan kekuatan personel tambahan.

Para personel tidak hanya menjalankan tugas di wilayah asal, tetapi juga siap diterjunkan ke berbagai daerah untuk membantu masyarakat serta memperkuat jajaran kepolisian setempat dalam menghadapi bencana.

Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting.

Api yang tidak segera dikendalikan dapat dengan cepat meluas, terlebih ketika kondisi cuaca, angin, dan lingkungan mendukung penyebaran titik api.

Karena itu, kehadiran personel Satbrimob Polda Bali di sejumlah lokasi menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan, mengendalikan titik api, serta meminimalkan potensi kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.

Brimob Hadir untuk Masyarakat

Keterlibatan Satbrimob Polda Bali dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat menjadi gambaran bahwa tugas Brimob tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan, tetapi juga mencakup dukungan dalam situasi bencana dan kemanusiaan.

Di tengah kepulan asap dan kondisi lahan yang terbakar, personel tetap menjalankan tugas membantu memadamkan api. Mereka bekerja bersama unsur kepolisian setempat untuk menjaga agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas.

Tugas tersebut menjadi bagian dari pengabdian personel Polri kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarsatuan dalam menghadapi bencana.

Dari Bali menuju Kalimantan Barat, personel Brimob membawa satu pesan sederhana: ketika masyarakat membutuhkan bantuan, mereka hadir untuk memberikan pengabdian, Brimob untuk Nusa dan Bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *