Waris Agono Imbau Masyarakat Waspada Penipuan yang Mencatut Namanya

Ilustrasi sindikat penipuan yang mencatut nama pejabat di Maluku Utara.
Sindikat penipuan yang mencatut nama Kapolda Malut dan pejabat Kejati Malut kembali marak, memanfaatkan identitas pejabat untuk melancarkan aksi kejahatan. (Foto: AI)

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Drs. Waris Agono, M.Si., dikenal sebagai sosok yang ramah dan rendah hati dalam perjalanan kariernya di kepolisian. Namun, sifat tersebut justru kerap dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Namanya beberapa kali dicatut oleh pelaku penipuan melalui akun-akun media sosial palsu, terutama Facebook dan platform lainnya.

Waris Agono menegaskan bahwa dirinya hanya memiliki akun Instagram dan Twitter, serta tidak menggunakan media sosial selain dua platform tersebut.

Ia juga menuturkan bahwa sepanjang kariernya hingga menjabat sebagai Kapolda Malut, ia tidak pernah menggunakan jabatan atau kewenangannya untuk kepentingan pribadi, apalagi untuk meminta dana.

Karena itu, ia berharap masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan identitas dirinya.

Baca juga:
🔗 Waris Agono: Menara Integritas di Pusaran Personal Branding Digital

Sindikat Penipu Mencatut Nama Pejabat Maluku Utara, Korban Rugi Rp 100 Juta

Belakangan ini, sindikat penipuan yang mencatut nama sejumlah pejabat penting di Provinsi Maluku Utara kembali marak.

Tak hanya nama Kapolda Malut, oknum pelaku juga menggunakan identitas pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut untuk memperlancar aksinya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang warga Maluku Utara bernama Muhammad Ali menjadi korban terbaru.

Ia ditipu seseorang yang mengaku sebagai Kapolda Malut, dan diminta mentransfer uang sebesar Rp 100 juta ke rekening BRI 001901166646503 atas nama Tommy Gre Siando.

Dana tersebut dikirim korban secara bertahap—Rp 50 juta, Rp 40 juta, dan Rp 10 juta—pada Minggu (7/12/2025) sore. Modus lain juga digunakan.

Korban diiming-imingi lelang mobil Toyota Alphard seri terbaru senilai Rp 850 juta yang disebut sebagai barang sitaan Kejati Malut. Seorang pengusaha di wilayah itu bahkan nyaris terjebak dalam tipu daya yang sama.

Baca juga:
🔗 Irjen Pol Waris Agono: Menuntaskan Tonggak Sejarah dengan Memindahkan Mako Polda Malut ke Sofifi

Lebih jauh, para pelaku juga mengarahkan korban untuk mengakses tautan iasc.ojk.go.id, lalu mengisi data pribadi.

Setelah data terkirim, pelaku langsung memblokir nomor rekeningnya secara otomatis untuk menghilangkan jejak.

Kapolda Malut Irjen Pol Waris Agono membenarkan adanya laporan terkait modus tersebut. Ia menjelaskan bahwa sindikat ini memilih beraksi saat hari libur karena minimnya layanan perbankan dan lembaga keuangan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Yang jadi masalah adalah kalau hari libur, petugas di kantor OJK maupun bank tidak ada yang stand by. Para penipu tahu hal itu, makanya mereka beraksi saat hari libur,” ujarnya.

Baca juga:
🔗 Jalan Sunyi Seorang Bhayangkara: Waris Agono di Puncak Karier

Imbauan Kapolda: Lakukan Konfirmasi Berlapis dan Jangan Mudah Percaya

Kapolda Malut mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi lelang, permintaan dana, atau segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan pejabat tertentu. Ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum melakukan transaksi atau mengirim uang.

“Jika ada yang terlanjur menjadi korban, silakan melapor ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati dan bijak dalam setiap transaksi keuangan,” tegas Irjen Pol Waris Agono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *