BALI — Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali terpantau meningkat dalam beberapa hari terakhir hingga Sabtu, 10 Oktober 2026. Situasi ini terlihat di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Bali Selatan dan Denpasar.
Di beberapa SPBU, kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengantre untuk mendapatkan bahan bakar.
Sementara itu, sejumlah jenis BBM dilaporkan habis di beberapa lokasi sehingga pengguna kendaraan harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mereka.
Pengalaman tersebut dirasakan Hendra, salah seorang pengguna sepeda motor. Beberapa hari lalu, ia terpaksa mengisi bahan bakar jenis Pertamax Turbo karena Pertamax dan Pertalite tidak tersedia di SPBU yang didatanginya.
Dengan harga sekitar Rp19.000 per liter, Hendra tetap mengisi BBM tersebut agar dapat melanjutkan aktivitasnya.
Situasi ini menjadi pilihan yang tidak mudah bagi sebagian pengguna kendaraan, terutama mereka yang harus menyesuaikan pengeluaran harian dengan harga bahan bakar yang tersedia.
Baca juga:
🔗 Antrean Panjang Warnai SPBU di Kuta Selatan, Sejumlah Lokasi Kehabisan Stok BBM
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Hendra kembali mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Kali ini, BBM tersebut tersedia, tetapi ia harus menghadapi antrean kendaraan yang cukup panjang di salah satu SPBU Pertamina di kawasan Denpasar.
Kondisi tersebut menggambarkan situasi yang dihadapi sebagian pengguna kendaraan dalam beberapa hari terakhir. Ketika BBM tersedia, masyarakat harus bersabar mengantre. Namun, ketika stok habis, mereka terpaksa mencari SPBU lain atau memilih jenis BBM yang masih tersedia.
Baca juga:
🔗 Antrean Panjang Warnai SPBU di Kuta Selatan: Warga Resah, Pasokan BBM Diduga Menipis
Antrean panjang dan terbatasnya ketersediaan beberapa jenis BBM menjadi perhatian bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bagi pekerja, pelaku usaha, maupun masyarakat yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi utama, ketersediaan bahan bakar memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas.
Karena itu, kepastian informasi mengenai ketersediaan stok dan distribusi BBM menjadi hal yang dibutuhkan masyarakat. Informasi yang jelas dapat membantu pengguna kendaraan menentukan lokasi pengisian bahan bakar dan mengurangi ketidakpastian di lapangan.
Hingga Sabtu, 10 Oktober 2026, situasi antrean yang terpantau di sejumlah SPBU masih menjadi perhatian pengguna kendaraan di Bali.
Bagi masyarakat, harapannya sederhana: bahan bakar tersedia sesuai kebutuhan, informasi disampaikan secara jelas, dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan tanpa harus menghadapi antrean panjang.