Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar (BBMKG) mengimbau masyarakat Bali untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga menjelang dan saat perayaan Tahun Baru Imlek, 17 Februari 2026.
Dalam keterangannya, BBMKG Wilayah III Denpasar menyebutkan adanya peningkatan aktivitas awan hujan di wilayah Bali dan sekitarnya yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang serta kilat atau petir di beberapa daerah.
Momentum perayaan Imlek yang biasanya diwarnai berbagai aktivitas luar ruang, kunjungan keluarga, hingga pertunjukan budaya, membuat kewaspadaan menjadi semakin penting.
Baca juga:
π Nuansa Imlek Mulai Menghiasi Ruang Publik di Bali
Beberapa hari terakhir, wilayah Bali bagian selatan seperti Kuta Selatan, Jimbaran, hingga Ungasan mengalami pola cuaca yang berubah-ubah dalam waktu singkat.
Hujan dapat turun terus-menerus sejak pagi dengan intensitas sedang, kemudian mereda cukup lama, bahkan matahari sempat muncul, sebelum kembali diguyur hujan pada sore atau malam hari.
Fenomena ini dirasakan langsung oleh warga. Ibu Putu, salah satu warga Ungasan, menuturkan bahwa pada siang menjelang sore ia bersama keluarganya berjalan-jalan ke kawasan Sanur dan menikmati cuaca yang relatif cerah.
Namun, ketika kembali ke Ungasan pada malam hari, hujan turun cukup deras disertai angin. Karena menggunakan sepeda motor, ia harus mengenakan jas hujan dan berkendara perlahan demi keselamatan.
Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang yang terbatas membuat perjalanan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
βHari ini, 15 Februari 2026, pagi sempat gerimis. Tetapi siang hingga sore cuaca cukup bersahabat, bahkan matahari sempat terlihat,β ujarnya.
Baca juga:
π Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bali Selatan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Berdasarkan analisis BMKG, periode menjelang Imlek diperkirakan menjadi salah satu fase peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah Bali.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor atmosfer regional seperti peningkatan suplai uap air, pola angin, serta dinamika awan konvektif.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan:
Situasi ini tentu menjadi perhatian, mengingat aktivitas masyarakat biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan, termasuk Imlek.
Banyak keluarga yang bepergian, berbelanja, atau menghadiri acara perayaan di berbagai lokasi.
Baca juga:
π Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Bali hingga Jumat, 16 Januari 2025
Sejalan dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin dalam memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG serta menyesuaikan rencana aktivitas harian. Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain:
Kewaspadaan kolektif menjadi kunci agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dan merayakan Imlek dengan aman dan nyaman.
Di tengah dinamika alam yang sulit diprediksi secara detail, kesiapan dan kesadaran bersama adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Cuaca mungkin berubah dalam hitungan jam, tetapi kehati-hatian harus tetap menjadi pegangan.