Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara pada Kamis (02/04) pagi.
Guncangan kuat tersebut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah, mulai dari Bitung dan Manado (Sulawesi Utara) hingga Ternate (Maluku Utara). Getaran yang cukup lama membuat warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.
Baca juga:
🔗 Belajar dari Peristiwa, Polsek Ternate Utara Bangun Kepercayaan Lewat Aksi Nyata
Berdasarkan data dari BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 06.48 WITA (05.48 WIB) atau 07.48 WIT, dengan kekuatan magnitudo 7,6. Guncangan dilaporkan berlangsung hampir satu menit, durasi yang cukup lama dan terasa signifikan bagi warga di wilayah terdampak.
Sejumlah warga mengaku merasakan getaran kuat yang membuat bangunan bergoyang. Dalam situasi tersebut, kepanikan tidak terhindarkan, terutama bagi mereka yang berada di dalam rumah maupun gedung bertingkat. Banyak warga memilih keluar rumah untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Baca juga:
🔗 BMKG Keluarkan Peringatan, Bali Waspada Cuaca Ekstrem 2–8 Maret 2026
Meski gempa tergolong kuat, laporan sementara menunjukkan tidak adanya korban jiwa. Di lingkungan Markas Komando (Mako) Polda setempat, hanya ditemukan kerugian material berupa retakan kecil pada beberapa bagian bangunan.
Kerusakan tersebut dikategorikan ringan dan tidak berdampak signifikan terhadap struktur utama bangunan maupun aktivitas operasional.
Pihak kepolisian memastikan situasi tetap terkendali dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa.
Secara umum, kondisi di wilayah terdampak berangsur normal setelah gempa mereda. Masyarakat mulai kembali beraktivitas dengan tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Baca juga:
🔗 Konsistensi Seorang Pemimpin: Jumat Berkah Kapolda Maluku Utara Tetap Berjalan Meski Berpindah Markas
Sempat muncul kekhawatiran terkait potensi tsunami akibat gempa ini. Namun, pihak berwenang memastikan bahwa ancaman tsunami telah berakhir dan tidak lagi membahayakan wilayah pesisir.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah. Kewaspadaan terhadap gempa susulan perlu terus dijaga, mengingat aktivitas tektonik masih mungkin terjadi setelah gempa utama.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang rawan gempa. Oleh karena itu, kesiapsiagaan, pemahaman jalur evakuasi, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait menjadi langkah penting dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.