Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

Bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Sulawesi Utara.
Salah satu bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026, di Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) menimbulkan dampak kerusakan di sejumlah lokasi.

Guncangan kuat yang terjadi dalam durasi cukup lama membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah Bangunan Alami Kerusakan

Dampak gempa dirasakan di berbagai titik, khususnya di Kota Manado dan wilayah sekitarnya. Salah satu bangunan yang dilaporkan terdampak adalah gedung KONI yang mengalami kerusakan berat hingga ambruk.

Di wilayah Mapanget Barat, tepatnya di Advent Tamara Lingkungan 8, Kota Manado, plafon gereja runtuh akibat kuatnya getaran gempa. Material bangunan berjatuhan dan menyebabkan kerusakan pada bagian dalam gedung.

Baca juga:
🔗 Hujan Melanda Bali, Sejumlah Wilayah Terdampak Banjir

Kerusakan serupa juga terjadi di Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa.

Bagian plafon gereja dilaporkan ambruk, memperlihatkan betapa kuatnya guncangan yang terjadi saat gempa berlangsung.

Sementara itu, bangunan baru di Terminal Malalayang juga turut terdampak. Beberapa bagian bangunan mengalami retakan, meskipun belum ada laporan kerusakan berat pada fasilitas tersebut.

Kesaksian Warga: Getaran Sangat Kuat

Warga yang merasakan langsung gempa mengaku guncangan terasa sangat kuat dan berlangsung cukup lama. Kepanikan sempat terjadi, terutama pada pagi hari saat aktivitas masyarakat mulai berjalan.

Mega, salah satu warga, mengungkapkan bahwa saat gempa terjadi dirinya tengah mengantar anaknya ke sekolah.

Ia bersyukur karena keluarganya tetap dalam keadaan aman dan tidak mengalami hal-hal yang membahayakan.

“Puji Tuhan aman semua. Getarannya terasa sangat kuat, apalagi setelah melihat video dari Maluku Utara, terlihat sekali betapa besar dampaknya,” ujarnya.

Kesaksian warga lainnya juga menyebutkan bahwa benda-benda di dalam rumah sempat bergoyang dan beberapa bahkan jatuh akibat getaran yang cukup keras.

Baca juga:
🔗 Ketika Gelombang Menguji Kemanusiaan: Azhari Juanda dan Makna Kehadiran Polisi di Laut Maluku Utara

Pendataan Masih Berlangsung, Warga Diminta Waspada

Hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan serta kemungkinan adanya korban terdampak.

Tim gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait telah dikerahkan ke sejumlah titik untuk melakukan pengecekan langsung.

Meski belum ada laporan korban jiwa, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, terutama yang berpotensi roboh.

Pemerintah daerah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, termasuk memastikan jalur evakuasi dan memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal.

Situasi saat ini terus dipantau, sementara masyarakat berharap kondisi segera pulih dan aktivitas dapat kembali berjalan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *