Vihara Dharmayana Kuta Bersiap Sambut Imlek 2577

Suasana perayaan Imlek di kawasan Kuta dengan nuansa budaya dan kebersamaan.
Imlek di Kuta bukan hanya tentang pesta dan perayaan, tetapi juga tentang kesinambungan nilai-nilai leluhur yang diwariskan lintas generasi. (Foto: Moonstar)

Menjelang perayaan Imlek 2577 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, suasana di Vihara Dharmayana Kuta mulai dipenuhi nuansa sakral dan harapan baru.

Sejak Senin, 16 Februari 2026, umat sudah terlihat berdatangan untuk melaksanakan sembahyang.

Aktivitas yang semula berjalan tenang perlahan berubah menjadi lebih ramai, namun tetap dalam balutan khidmat dan tertib.

Di tengah kawasan wisata Kuta yang identik dengan hiruk-pikuk, vihara ini menghadirkan ruang hening, tempat doa-doa dilangitkan dengan penuh keyakinan.

Baca juga:
🔗 Nuansa Imlek Mulai Menghiasi Ruang Publik di Bali

Aktivitas Sembahyang Sehari Menjelang Imlek

Sejak pagi hingga sore hari, umat datang silih berganti. Beberapa terlihat membawa perlengkapan sembahyang, menyalakan hio, dan berdoa di hadapan altar utama. Asap dupa membumbung perlahan, menciptakan suasana yang syahdu dan reflektif.

Sebagian umat memilih datang lebih awal untuk menghindari kepadatan saat hari puncak. Mereka memanfaatkan momen ini untuk berdoa lebih lama, merenungkan perjalanan setahun terakhir, sekaligus memohon keberkahan di tahun yang akan datang.

Langkah-langkah pelan di halaman vihara, suara gemerincing kecil dari perlengkapan sembahyang, serta wajah-wajah penuh harap menjadi potret khas menjelang Tahun Baru Imlek.

Baca juga:
🔗 Cuaca Ekstrem Jelang Imlek 2026, Bali Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Nuansa Merah, Emas, dan Simbol Harapan

Dekorasi khas Imlek mulai memperkuat suasana. Lampion merah tergantung rapi, ornamen emas menghiasi sudut-sudut bangunan, dan altar tampak lebih semarak dibanding hari biasa.

Warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan, sementara emas identik dengan kemakmuran.

Namun lebih dari sekadar simbol visual, perayaan ini mengandung makna spiritual yang mendalam.

Imlek adalah momentum pembaruan, kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan memulai langkah dengan semangat yang lebih baik.

Di setiap sudut vihara, doa-doa dipanjatkan, untuk kesehatan keluarga, kelancaran usaha, kedamaian batin, dan keseimbangan hidup. Suasana yang tercipta bukan sekadar perayaan, melainkan perenungan.

Harmoni Tradisi di Tengah Kawasan Wisata

Vihara Dharmayana Kuta memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu pusat peribadatan penting bagi umat Tridharma di Bali.

Keberadaannya di jantung kawasan wisata internasional menjadikannya simbol harmoni antara tradisi, spiritualitas, dan dinamika modern.

Menjelang Imlek 2577, kehadiran umat yang lalu lalang menunjukkan bahwa tradisi tetap hidup dan terjaga.

Wisatawan yang melintas pun kerap berhenti sejenak, menyaksikan suasana sembahyang dengan penuh rasa hormat.

Baca juga:
🔗 Imlek 2026 di Jimbaran: Harmoni Barongsai, Liong, dan Barong Ket di Samasta Lifestyle Village

Imlek di Kuta bukan hanya tentang pesta dan perayaan, tetapi juga tentang kesinambungan nilai-nilai leluhur yang diwariskan lintas generasi.

Di tengah gemerlap destinasi wisata, vihara ini tetap berdiri sebagai ruang teduh, tempat manusia kembali pada doa, harapan, dan makna kehidupan.

Tahun Baru Imlek 2577 pun disambut dengan kesiapan lahir dan batin. Sebuah awal baru yang diiringi keyakinan bahwa setiap pergantian waktu membawa kesempatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *